Jumaat, 13 Februari 2015

Perginya Tok Guru.


Kalau hati ku sedih luluh,
Air mata Firdaus telah jatuh,
Mengenang pemergian seorang,
Datuk Bentara,
Setia,
Tok guru,
Pejuang Islam,
Ulama terkemuka,
Nik Abdul Aziz,

Sayang seribu kali sayang,
Aku dan Firdaus tak sempat bertemu dengan mu.

Alam pun kelihatan suram,
Hujan di petang hari,
Seakan tahu tok guru bakal pergi,
Seorang tokoh yang dikagumi,
Mendapat ijazah terus dari guru tareqat Deobandi,
Maulana Mohamad Ahmad al-Madani,
Semangat juangnya tak pernah mati,
Demi memenangkan islam di muka bumi,

Sedang ia melangkah dari lembah ke puncak perjuangan dakwah,
Ia berpesan kepada jemaah,
Teruskan perjuangan saya selepas saya tiada,
Usia ambo kini lebih 81 tahun,
Roh yang pergi pada malamnya,
Jika tidak kembali,
Matilah ambo.
Buatlah segala daya upaya untuk memenangkan Islam di muka bumi ini,
Sebelum berangkat pergi bertemu Ilahi.

Kata Firdaus, tanggungjawab Tok Guru sudah selesai, sebagai ulama'.
Kita pula bertanggungjawab, sebagai penggerak.



Zeaf I-sahus,

13.2.2015
Salah seorang anak muda penerus perjuangan.
Firdaus. Ingat janji kita.





Tiada ulasan: